Jumat, 25 Maret 2011

lasting love forever

Dia adalah cinta terakhirku. Lelaki ini bernama Andreas Krishna Reqka Pradana, lelaki biasa dengan pembawaan sedikit pendiam, namun mempunyai banyak kejutan di dalam hidupnya. Meskipun bukan yang pertama, namun dia yang terbaik dan terindah dalam hidupku.  Kita sudah kenal sejak 2006, dia adalah senior di KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik).  Kami berkenalan, biasa saja, tidak ada yang berkesan, hanya sebatas tahu nama dan kenal wajah.  Sejalannya waktu, dia dengan pasangannya, saya pun dengan pasangan saya.  Kira-kira bulan April 2010, kita dengan status baru masing-masing, mulai berkomunikasi via chatting, karena dia sedang bekerja di Pekan Baru.  Entah bagaimana asalnya, tiba-tiba kami menjadi sering chatting.  Saat itu saya sedang dekat dengan seorang cowok dan dia pun adalah teman sharing saya (baca : teman curhat).  Setiap hari, setiap saat, saya selalu bercerita kepada dia, tentang kedekatan saya dengan cowok itu, dia dengan sabar selalu mendengarkan dan memberi saran-saran kepada saya.  Kedekatan kita terus berjalan, meskipun hubungan kedekatan saya dengan cowok itu berakhir, dikarenakan suatu hal.  Sejak saat itu, kedekatan kita semakin intens.  Komunikasi tidak hanya via chatting tetapi juga via telepon.  Awal bulan Juni 2010, ada salah satu seorang teman kami menikah, dan dia pun harus datang, untuk datang ke acara itu.  Acara itu di Surabaya, namun dari Jakarta, dia menyempatkan berkunjung di Bandung, tepatnya menemui saya.  Satu hal yang saya rasakan ketika pertama kali bertemu dengannya panik,takut, dan senang tentunya.  Saya tidak tau apa yang dia rasakan apakah sama dengan yang saya rasakan.  Di hari jumat (kalau tidak salah), kami bertemu di sebuah kontrakan teman kami.  Di situ kami bertemu untuk pertama kalinya, selama 2 bulan kami hanya berhubungan via chatting.  Dia memberikan sebuah surprise kecil kepada saya, dia datang ke kosan dan membawakan 1 lusin kue Jco.  Saking kaget, saya malah cuek dan diam saja padanya.  Jantung saya, berdegub kencang.  Setelah pertemuan itu, kita bertemu lagi saat ada kumpul-kumpul anak KMK untuk syukuran di kontrakan teman kami.  Tepatnya 23 Juni 2010, entah bagaimana ceritanya, kami berdua, memutuskan untuk jalan bersama.  Jujur, saya tidak tahu, kapan awal saya mulai sayang kepadanya, hanya satu hal yang saya rasakan, saya sangat nyaman bersama dengan dia.  Kami memutuskan berjalan bersama dengan kondisi, saya di Bandung dan dia di Pekan Baru. 1 minggu kemudian, kita baru ketemu di Bandung.  Dan kami pun menjalani LDR (Long Distance Relitionshi).  Tanggal 28 Desember 2010, adalah hari yang paling indah buat saya, dan pastinya buat dia juga, karena hari itu, adalah hari pertunangan kami.  Hubungan kami lebih dikuatkan dengan sebuah misa pertunangan yang dipimpin oleh seorang Romo. Selama kurang lebih 9 bulan, kami menjalani hubungan ini, dan rasa sayang kami pun makin dan makin bertambah.  Banyak hal yang membuat hubungan kita menjadi dinamis.  Banyak cerita, pengalaman, dan hal-hal baru yang kita jalanin bersama, meskipun jarak beda pulau di antara kami.    Doa kami, adalah tinggal di satu kota yang sama, karena dari awal, hubungan kami selalu terpisahkan oleh jarak.  Tuhan mengabulkan doa kami.  Kami terheran, dan sangat bersyukur.  Tiba-tiba, dia dipindahkan di kota Jakarta. Itu adalah impian kami selama ini. Semoga ini adalah awal yang lebih baik lagi, untuk kedepannya menjalani hubungan ini.  Terima kasih Tuhan, bersamanya saya menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.

Senin, 21 Maret 2011

3 days 2 night

Long Distance Relationship ato kita biasa sebut LDR adalah sekarang yang kita berdua jalani.  Jakarta - Pekanbaru adalah jarak yang memisahkan kita.  Sebulan sekali pasti sudah menjadi kebiasaan kita berdua untuk bertemu (ato lebih tepatnya memang jatah kita bertemu). Dengan bertemu itu kita melepas rindu, selain setiap hari kita berkomunikasi via telepon dan chatting.  3 hari 2 malam adalah waktu yang selalu kita habiskan.  Pulang kantor pukul 17.30, beli makanan buat bekal dia, naek busway dari Halte S.Parman Central Park- Grogol-Harmoni-Gambir.  Dari stasiun Gambir, naek DAMRI langsung ke bandara.  Sekitar pukul 19.45 sampai di bandara Soekarno-Hatta di terminal C.  Menunggu sebentar sampai ada pengumuman bahwa, pesawat dari Pekanbaru telah landing.  Biasanya sekitar pukul 20.15, dia keluar dari pintu otomatis, tersenyum manis,melihat ada yang datang untuk menjemput dia.  Saya pun membalas, dengan senyuman yang paling manis kepadanya.  Kangen, rindu , Miss him,  itulah kata-kata yang ingin saya katakan padanya.  Dia jalan menghampiri saya, saya mencium tangan dia, kemudian cium pipi kanan dan kiri.  Dari bandara, kita langsung menuju Bandung. Biasa kita menggunakan travel.  Kita menuju ke rumah teman kami di daerah Dago.  Di sana, kita menghabiskan liburan.  Biasanya cuma mengobrol di rumah, atau jalan-jalan ke Mall.  Senini pagi, atau tepatnya senin subuh, kita berdua langsung menuju ke bandara.  Disanalah kita berpisah.  Bertemu dan berpisah di tempat yang sama.  Sampai di bandara, saya menemani dia sebentar, kemudian dia mencarikan transportasi buat saya pulang ke kosan, biasanya DAMRI atau Taxi. Saya pulang, dan dia pun menunggu untuk chek in masuk ke pesawat. Hari ini, menurut saya adalah hari yang paling bikin kangen dan rinduu padanya.  Rasanya cepat sekali, waktu berlalu, tapi rasanya masih kurang bersama dia. :( . Tapi itulah yang harus terjadi. Dia harus bekerja dan saya pun juga harus bekerja, demi impian kita yang indah di masa depan.  Only and always 3 days 2 night, we spent our holiday together in a month, although it was very short time, but it makes happy and memorable for us.  Thanks God  for all of this, hopefully we will meet in right time and right place next month. Love u Maskres! :*